Tampilkan postingan dengan label SMART ENTREPRENEURSHIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMART ENTREPRENEURSHIP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

ENTREPRENEURSHIP

Istilah Entrepreneur dipopulerkan oleh seorang ahli ekonomi Austria yang bernama Joseph Schumpeter (1883 – 1950). Menurut Schumpeter keseluruhan proses perbuahan ekonomi akhirnya tergantung pada pribadi perilakunya yaitu entrepreneur (wiraswastawan) Kewiraswastawan (entrepreneurship) pertama kali menyakut perubahan. Para wiraswastawan melihat perubahan sebagai norma dan sesuatu yang sehat. Biasanya mereka tidak menciptakan perubahan sendiri, karena mereka sendiri biasanya bukan penemu. Namun demikian, ini menentukan wiraswastawan dan kewiraswastaan. Entrepreneur selalu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Setiap perubahan ditanggapinya secara kreatif dan inovatif.
Kewiraswastaan berbeda dengan manajemen. Kewiraswastaan merupakan penggabungan kekuatan untuk memulai perubahan dalam prosuksi sedangkan manajemen meliputi penggabungan untuk mem pro duksi. Oleh karena itu manajemen merujuk kepada koordinasi tanpa henti dari proses produksi yang dapat dilihat sebagai penggabungan tanpa henti dari proses produksi, yang dapat dilihat sebagai penggabungan terus menerus dari faktor–faktor produksi. Sedangkan kewiraswastaan merupakan gejala yang tidak sinambung, yang muncul untuk memulai perubahan-perubahan proses produksi dan kemudian hilang sampai muncul kembali untuk memulai perubahan lain lagi. Sedangkan informasi adalah data yang dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Informasi merupakan “Jantung persoalan karena membuka pintu sukses”’ kata Herb Cohen.
Smart berarti cerdas atau pintar atau bijak. Kong Hu Cu mengatakan “Jika Anda tidak pandai, maka Anda harus cerdas.” Definisi yang lebih luas smart enrteprenuer adalah orang yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif dengan mengambil risiko dan ketidak pastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara meng indentifikasi peluang dan ancaman serta meng gabungkan dengan sumberdaya yang dimilikinya. Inti dari smart entrepreneur penggunakan otak kanan dan otak kiri secara optimal atau penggunaan intuisi dan informasi secara cerdas. Intuisi merupakan bisikan hati. Intuisi merupakan kemampuan mengetahui sesuatu tanpa difikirkan secara sadar.
Orang-orang yang termasuk smart enterpreneur adalah Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple Macintosh), Walt Disney (Disney), Asa Candler (Coca-Cola), Henry Ford (Ford Motor), Seichiro Honda (Honda), Akio Morita (Sony), Konusuke Matsushita (Matsushita), Anita Roddick (The Body Shop), Sam Walton (Wal-Mart), Jerry Yang (Yahoo), Jeff Bezos (Amazon), Piere Omidyar (eBay) dan sebagainya. Sebagian besar enterpreneur top dunia sebagai entrepreneur yang smart entrepreneur . Mereka menggabungkan informasi dan intuisi untuk meraih kesuksesan bisnisnya. Bill Gates misalnya, ketika melihat peluang bahwa Apple dan IBM tidak mau memberi lisensi sistem operasinya kepada pembuat komputer, maka informasi ini oleh Bill Gates ditangkap dan dengan intuisinya, dia memutus kan untuk membuat sistem operasi dan memberikan lisensi untuk dapat dipakai oleh si pembuat komputer. Sistem operasi yang pertama dibuat oleh Bill Gates adalah Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) yang akhirnya menguasai pasar 80 % dari seluruh sistem operasi yang dipakai saat itu. Kesusksesan Bill Gates pun berlanjut dengan munculnya Windows yang saat ini begitu sukses dan telah munculnya Windows yang baru yaitu Windows XP. Steve Jobs telah mendapatkan informasi bahwa di pasar ada kebutuhan komputer yang dipakai secara personal. Steve Jobs dengan intuisinya untuk membuat computer personal (PC) yang mudah dipakai oleh orang biasa. Produk yang pertama, yaitu Apple Macintosh. Steve Jobs, bersama rekannya rekannya Steve Wozniak membuat mesin pertamanya ini di sebuah garasi.
Henry Ford memanfaatkan informasi tentang sebagian besar penduduk Amreika berkeinginan mempunyai mobil, tetapi mereka tidak,mempunyai uang yang cukup untuk membelinya. Akhirnya Henry dengan intuisinya memproduksi mobil secara masal agar harga mobil tersebut terjangkau oleh masyarakat Amerika pada tahun 1903. Mobil pertama yang diabuat adalah mobil Model A. Setelah satu tahun, ia dapat menjual 600 mobil per bulan. Pada tahun 1908 sampai tahun 1927 telah terjual 15 juta mobil model T. Pada tahun 1919, Ford mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur perusahaannya yang digantikan oleh putranya Edsel. Penjualan mobil tahunan memuncak menjadi 2.120.898 di tahun 1923 sekaligus Ford menguasai lebih ndari 57 pangsa pasar mobil di Amerika.
Lembaga Pendidikan Primagama menggunakan informasi dan intuisi ini untuk menjulangkan namanya. Berawal dari ide Pak Purdi, yang ketika itu menjadi Direktur mempunyai ide yang agak gila, Bimbingan Tes Program Jaminan Diterima. Kata Jaminan berbeda dengan Dijamin. Kalau Dijamin artinya pasti diterima di Perguruan Tinggi Negeri, tetapi kalau Jaminan berarti bergantung pada siswa dan Primagama. Primagama memberikan Jaminan, kalau tidak masuk Perguruan Tinggi Negeri tidak usah membayar, cukup uang administrasi Rp. 10.000,- tetapi kalau diterima di Perguruan Tinggi negeri siswa ,membayar sesuai dengan yang ia janjikan. Agar diterima di Perguruan Tinggi Negeri, siswa Primagama juga diminta untuk belajar keras dan diberi motivasi yang tinggi agar dapat mempunyai semangat belajar yang tinggi. Ide Pak Purdi tersebut merupakan intuisi. Kemudian saya yang ketika itu sebagai Manajer Riset dan Pengembangan Primagama menambahkan informasi yaitu menjadi siswa Primagama harus siswa-siswa yang pandai, caranya dengan dites ternyata siswa-siswa Primagama waktu ituberasal dari SMA favorit di Yogyakarta, antara lain SMA 1, SMA 2, SMA 3 dan sebagainya. Kalau yang menjadi siswa Primagama berasal dari SMA – SMA favorit, maka tidak dibimbingpun kemungkinan besar dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri, apalagi dibimbing di Primagama. Ternyata memang benar cara berfikir Primagama, yang diterima di Perguruan Tinggi negeri lebih dari 90% , karena memang siswa-siswanya siswa pilihan. Kemudian siswa-siswanya yang diterima di Perguruan Tinggi negeri tersebut dipasang satu halaman di harian Kedaulatan Rakyat, sehingga masyarakat Yogya mengetahui adanya Bimbingan Tes Primagama. Itulah titik awal besarnya Lembaga Pendidikan Primagama. Keputusan tersebut merupakan keputusan dari entrepreneur yang cerdas yang menggabungkan intuisi dengan informasi. Hal ini dapat terjadi kalau kita bersikap mental positif.


Rabu, 11 Mei 2016

TIPS BERBISNIS

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak.
Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat.
Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat.
Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya.(HR. Muslim)
Di tengah acara sebuah komunitas wirausaha Muslim terjadi sebuah dialog untuk membangun dan mencari solusi ekonomi ummat, banyak hal yang dibahas tentang bagaimana membuka peluang usaha dan perlunya bersaing secara profesional dengan para pengusaha ‘non Muslim’ yang saat ini begitu menguasai perekonomian negeri ini, diskusi lama lama terkesan sangat teoritis, dan beberapa dari mereka terjebak kearah materialistik cara pandangnya, padahal semua yang hadir adalah kaum muslimin juga, tapi ternyata kami semua lupa, bahwa yang hadir tersebut memiliki warisan yang tak ternilai harganya. Ternyata umat Islam sudah memiliki rumusan dan standar usaha yang telah di bimbing oleh Rasul SAW dan dicontohkan oleh para sahabatnya ra, bimbingan yang sederhana, bimbingan yang sangat mendarat dan manusiawi, penuh fitrah, penuh sunnatullah, dan di-support dengan janji Allah. Allah melibatkan diriNYa atas janjiNya.
Berdasarkan hadis shahih di atas, mari kita urai dan tinjau agar mendapatkan makna dan rumusan agar urusan ujian manusia maupun bisnis muslim ini dapat melibatkan dan tertolong oleh bantuan Allah, sebagai berikut :
“Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak”
Siapa sih manusia yang tidak mengalami ujian dan cobaan dalam kehidupannya. Apalagi dalam menjalankan bisnis, ujian naik turun itu menjadi suatu hal yang berulang terjadinya. Ketahuilah setiap hamba Allah pasti mengalami masalah, mengalami kedukaan maupun kesukacitaan , tidak ada satupun yang terlepas dari seleksi Allah. Ujian dan cobaan kepada hamba Allah tersebut untuk menguji siapa yang lebih baik amalnya.
Justru menurut hadist di atas, dan itu adalah sunnah Allah, dikala kita mengalami kesulitan dan kesusahan dalam menghadapi ujian kehidupan, dan kita berharap sekali untuk diangkat kesulitan oleh Allah, justru salah satu solusinya adalah dengan membantu dan menyelesaikan kesusahan hamba yang lain. konsep ini sangat sulit dipahami dengan ilmu keduniaan, apalagi ilmu matematis. tapi inilah hukum Allah, inilah sunnatuLlah. inilah cara agar Allah terlibat! Mulailah dengan cara ini, niscaya permasalahan perekonomian umat akan tuntas.
Ingatlah sebuah contoh nyata yang pernah diabadikan dalam kisah sahabat Abdurrahman bin Auf ra dengan dipersaudarakan Saad bin Rabi ra dari Madinah.
Berkatalah Saad kepada Abdurrahman, Wahai saudaraku, aku adalah penduduk madinah yang kaya raya. Silahkan pilih separuh hartaku dan ambillah, dan aku mempunyai dua isteri, pilihlah salah satu yang menurut anda lebih menarik,dan akan aku ceraikan dia supaya anda bisa memperisterinya.
Jawab Abdurrahman bin Auf, “Semoga Allah memberkati anda, isteri anda dan harta anda. Tunjukkanlah jalan menuju pasar.”
Kemudian abdurrahman menuju pasar, membeli, berdagang dan mendapat untung besar, ketahuilah Allah terlibat! Allah berkahi saling tolong menolong tersebut, saling mendahulukan kepentingan saudaranya.
Pada suatu hari ia mendengar Rasulullah SAW, “Wahai Ibnu Auf, anda termasuk golongan orang kaya, dan anda akan masuk surga secara perlahan lahan. Pinjamkanlah kekayaan itu kepada Allah, pasti Allah mempermudah jalan anda,” semenjak ia mendengar nasehat Rasulullah Saw tersebut, ia mengadakan pinjaman yang baik, maka Allah pun memberi ganjaran padanya dengan berlipatganda.
Ibnu Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya. Sebagai buktinya, ia tidak mau celaka dengan menyimpannya. Ia mengumpulkannya dengan santai dan dari jalan yang halal, tetapi ia tidak menikmati sendirian, keluarga, kerabat saudara dan masyarakat pun ikut menikmatinya. Karena begitu luas pemberian serta pertolongannya, orang orang madinah pernah berkata: “seluruh penduduk madinah berserikat (menjalin usaha) dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya kepada mereka, sepertiganya digunakan untuk membayar hutang hutang mereka, dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi bagikan kepada mereka.”
Mereka saling mendahulukan kepentingan saudaranya, Allah bukakan keberkahan, Allah bukakan peluang menguasai ekonomi ummat, Pasar Madinah yang tadinya dikuasai yahudi berpindah ke tangan muslimin, berawal dari sikap tolong-menolong (ta’awun) sesama muslimin, bermula dari saling memecahkan masalah saudaranya, menjadi penguasa ekonomi saat itu, inilah hukum Allah, inilahsunnatullah.
Inilah cara melibatkan Allah… bukan dengan cara bersaing dengan pebisnis non-muslim melalui sistem yang dibuat oleh non-muslim juga, MUSTAHIL akan tampil. Bila ingin ummat ini kembali lagi menuju kejayaannya tidak pernah terjadi dan unggul melalui sistem buatan manusia. Kalau mau tampil harus kembali bersandarkan kepada SunnatuLLah dan Sunnah RasulNya.
Pembahasan ini membuat terhenyak para wirausaha yang hadir, diskusi terhenti dan terhenyak diam, …semoga para peserta diskusi berfikir ulang dan mulai menapak tilas sunnah yang pernah dilakukan untuk membenahi kekuatan ekonomi ummat… Tolonglah sudaramu yang sedang kesulitan…. ini adalah langkah awal menuju kejayaan. (MM)
semoga….

SMART ENTREPRENEUR (Promosi)

SMART ENTREPRENEUR (Promosi)
 
Promosi adalah proses menawarkan suatu produk yang dimiliki dari seorang produsen kepada konsumen dengan tujuan untuk menambah penghasilan atau kekayaan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada 6 jenis promosi, yaitu:
  1. Penjualan Personal (Personal Selling)
    Penjualan personal dilakukan door to door. Door to door adalah teknik penjualan di mana penjual berjalan dari pintu satu rumah ke pintu yang lain mencoba untuk menjual suatu produk atau jasa kepada masyarakat umum.
  2. Iklan (Advertising)
    Iklan dirancang untuk membangkitkan minat masyarakat pada suatu produk. Contoh promosi jenis iklan adalah iklan-iklan yang kita lihat di TV yang mengisi sela-sela acara yang kita tonton.
  3. Publikasi (Publication)
    Publikasi dalam hal ini adalah penyebaran informasi mengenai suatu produk.
  4. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
    Promosi penjualan adalah serangkaian kegiatan pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa. Contohnya, ketika pameran mobil banyak SPG (Sales Promotion Girl) yang ikut memamerkan mobil.
  5. Sponsorship
    Sponsorship adalah bentuk dukungan pada suatu acara, aktivitas, orang, atau organisasi yang saling menguntungkan. Sponsor adalah individu atau kelompok yang memberikan dukungan.
  6. Komunikasi di tempat penjualan
    Penjual atau sales pada jenis promosi ini tidak agresif. Penjual hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan konsumen.
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Beberapa tujuan promosi :

1)      Menyebarkan informasi, merek dan produk  kepada target pasar potensial
2)      Menaikkan tingkat penjualan
3)      Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan lama
4)      Untuk menjaga kestabilan penjualan
5)      Untuk membedakan keunggulan produk dengan pesaing 
       Untuk membentuk citra produk dan citra merek  

SMART ENTREPRENEUR (Kemasan)

SMART ENTREPRENEUR (Kemasan)


Faktor – faktor dalam mendesain suatu kemasan :

1)      Faktor Keamanan 

Dimana kemasan harus mampu melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menjadi penyebab timbulnya kerusakan barang. 

2)      Faktor Ekonomi

Suatu kemasan akan bernilai ekonomi apabila kemasan sedemikian rupa yang mampu meningkatkan citra produk.

3)      Faktor Pendistribusian 

Kemasan harus mudah terdistribusi dari produsen atau pabrik sampai ke tangan konsumen dan ditangan konsumen pun suatu barang mudah dipindah – pindahkan karna kemasan.

4)      Faktor Komunikasi 

      Kemasan adalah sebagai media komunikasi yang menerangkan dan mencerminkan suatu produk serta mengkomunikasikan iklan merek 
 
5)       Faktor Estetika

Kemasan suatu produk harus memiliki nilai keindahan yang merupakan daya tarik visual yang mencakup pertimbangan penggunaan warna, bentuk, bahan, ilustrasi, font atau layout serta mudah diingat 

6)      Faktor Identitas

Secara keseluruhan kemasan harus mampu menjadi pembeda dengan kemasan lain, sehingga mudah dikenali diantara banyak produk serupa 

7)       Faktor Promosi 

Secara langsung yang dilakukan oleh perusahaan untuk menaikkan nama barang 

8)       Faktor Lingkungan 

Kemasan harus memperhatikan dampak lingkungan dari bahan yang digunakan

Rabu, 27 April 2016

SMART ENTREPRENEUR

Entrepreneur

Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kecakapan tinggi dalam melakukan perubahan, memiliki karakteristik yang hanya ditemukan sangat sedikit dalam sebuah populasi. Definisi lainnya adalah seseorang yang ingin bekerja untuk dirinya. Kata entrepreneur berasal dari kata Prancis, entreprendre, yang berarti berusaha. Dalam konteks bisnis, maksudnya adalah memulai sebuah bisnis. Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisi entrepreneur sebagai seseorang yang mengorganisir, memenej, dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha.
Istilah Entrepreneur dipopulerkan oleh seorang ekonomi Australia yang bernama Joseph Schumpeter (1883-1950). Menurut Schumpeter keseluruhan proses perubahan ekonomi akhirnya tergantung pada pribadi perilakunya yaitu Entrepreneur (wiraswastawan) Kewiraswastawan (Entrepreneurship). Para wiraswastawan melihat perubahan sebagai norma dan sesuatu yang sehat. Biasanya mereka tidak menciptakan perubahan sendiri, karena mereka sendiri bukan penemu. Namun demikian, ini menentukan wiraswastawan dan kewiraswastaan.

Entrepreneur selalu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Setiap perubahan ditanggapinya secara kreatif dan inovatif. Smart berarti cerdas atau pintar atau bijak. Kong Hu Cu mengatakan "Jika anda tidak pandai, maka anda harus cerdas". Definisi yang luas tentang Smart Entrepreneur adalah orang yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif dengan berani mengambil risiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan ancaman serta menggabungkan dengan sumberdaya yang dimilikinya. Inti dari Smart Entrepreneur adalah penggabungan otak kanan dan kiri secara optimal atau penggunaan intuisi dan informasi secara cerdas.